Sejak 8 bulan yang lalu saya sudah memulai aktifitas hobby yang baru yaitu menanam sayuran dengan sistem hidroponik. Awalnya saya tidak tertarik dengan hidroponik dengan berbagai alasan, termasuk dengan menganggap bahwa bertani secara konvensional pasti lebih unggul dari pada budidaya dengan sistem hidroponik. Pada saat itu saya sudah mulai bertanam dalam pot, dengan media tanah dan kompos.
Pada suatu kesempatan saya mampir di salah satu ipar saya yang sudah terlebih dahulu memulai berhidroponik dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Saya melihat sayuran yang tumbuh subur dan cenderung seragam, bersih dan yang pasti tanpa pestisida, inilah awalnya saya menjadi tertarik untuk mencoba bercocok tanam secara hidroponik.
Pada saat itu saya banyak bertanya tentang budidaya secara hidroponik. Melihat kemudahan-kemudahan dan kebersihan produknya, saya semakin penasaran dengan sistem ini.
Sepulang dari tempat ipar saya tersebut, saya semakin penasaran. Saya mulai mencari informasi yang lebih detil tentang hidroponik. Banyak situs hidroponik yang saya buka, saya mulai aktif lagi di medsos, dan cara offline untuk mendapatkan informasi tentang hidroponik. Akhirnya pada awal April 2016, saya putuskan untuk memulai ber-hidroponik.

Ini adalah modul pertama yang saya rancang dan rakit sendiri.

modul pertama
Ini adalah hasil tanamannya;

Modul pertaman tanaman

Setelah melihat hasilnya, saya makin tertarik dan ingin terus menanam dengan system hydroponik.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>